Dari Skenario “Hybrid Menarik Pada Hewan”

 

Learning objective:

1.      Struktur dan fungsi materi gen. . .

2.      Proses cross over gene

3.      Mutasi gen

Struktur dan fungsi materi gen

MORFOLOGI KROMOSOM.

1. Ukuran dan bentuk kromosom

Panjang kromosom pada tiap-tiap makluk hidup berbeda – beda berkisar antara 0,2 – 20 mikron. Pada umum nya semakin dedikit jumlah kromoso pada suatu makluk hidup semakin panjang kromosomya.

Pada tiap kromosom selalu ada bagian kromosom yang menyempit tampak lebih terang dari yang lain dan membagi kromosom menjadi duo bagian, bagian itu disebut sentromir. Kromosom berdasar letak sentromir dapat dibagi menjadi beberapa bentuk diantaranya :

a). Metasentris  jika sentromir terletak pada median 9 ditengah-tengah sentromir sehingga kromosom terbagi menjadi 2 bagian yang sama dan berbentuk seperti hurup V

b). Supmetasentris jika sentromir terletak submedian ( kearah salah satu ujung kromosom) sehingga kromosom terbagi menjadi dua bagian lengan yang tidak sama panjangnya ,dan berbentuk seperti huruf J.

c). Akrosentris.apabila sentromir terletak subterminal (didekat ujung   kromosom)sehinggga kromosom tidak membengkok melainkan lurus seperti batang satu lengan kromosom sangat panjang sedang lengan yang lain sangat pendek.

d). Telosentris. Apabila sentromir terletak diujung kromosom,sehingga kromosom hanya memiliki satu lengan saja yang sangat panjang.

2. Tipe kromosom

Dikenal ada dua tipe kromosom pada makluk hidup yaitu

a).autosom atau kromosom tubuh yaitu kromosom yang tidak ada

hubungannya dengan penentuan jenis kelamin.

b).Seks kromosom ialah sepasang kromosom yang menentukan jenis kelamin.

Lalat buah ( drasophila melanogaster ) mengandung 8 kromosom terdiri dari 6 kromosom autosom 2 kromosom sek.pada manusia memiliki 46 kromosom terdiri dari 44 kromosom autosom dan 2 kromosom sek

3.Penyusun kromosom

Kromosom tersusun atas nukleoprotein,persenyawaan antara asam nukleat (asam organik yang banyak terdapat didalam inti sel) dan protein seperti histon dan protamin.dimana pembawa  keterangan genetik hanyalah asam nukleat saja yaitu  asam Deoksi Ribinukleat Aksit ( ADN) dan Asam Ribonukleat Aksid (ARN)

 

I. ASAM DEOKSI RIBONUKLEAT ( ADN)

Asam nukleat tersusun atas nukleotida, ADN merupakan persenyawaan paling penting pada makluk hidup, yang membawa keterngan genetik dari satu generasi kegenerasi berikutnya,pada abat ke-21 sekarang ini pembahasan tentang ADN merupakan hal yang paling menarik para ahli Biologiawan untuk terus meneliti untuk diambil manfaat bagi kepentingan manusia.

Berikut ini sejarah ditemukannya ADN oleh para ilmuwan.

-1869  (F.Miescher) pertama kali mengisolasi ADN dari sel spermatozoa dan eritrosit

Burung  dan menamainya nuklein.

-1880 (Fiscer)menemukan didalam nukleat terdapat basa purin dan pirimidin.

-1910  (Kossel) menemukan bahwa basa purin terdiri dari guanin dan adenin,sedang   pirimidin tersusun dari sitosin dengan timin karena jasanya ini kossel mendapatkan nobel pada tahun1910

-1910 (Levine) menemukan gula 5 karbon dalam ARN.dan gula deoksiribisa didalan   ADN.Ia juga menemukan adanya pospat didalam asam nukleat tersebut.

-1914  (Robert feulgen) menunjukkan cara pewarnaan pada ADN.

-1944  (Averi,Maleod,mccarthy) pertamakali membuktikan bahwa ADN  adahubungannya dengan pewarisan sifat.

-1947  (Chargaf)mendukung teori levina dengan pembuktian lebih lanjut

-1950  (Wilkin dan kawan-kawan) menemukan bahwa jaran antara basa purin dan pirimidin adalah 3,4 A0 (1 angstrom = o,oo1 mikron =0,000001 mm),mereka juga menemukan bahwa model molekul ADN adalah benang dobel berpilin (double helix) penuh terdiri dari 34 Ao .

-1953 (Watson dan crick) mendukung pendapat Wkin dan menunjukkan terjadinya aktifitas dalam ADN.

-1957  (Kornberg) membuktikan tentang doubel helix dengan membuat model molekul ADN dalam sel bebas tepatnya pada tahun 1767 membuat molekul ADN dari 6000 nukleotida.

ADN terbesar dijumpai dalam nukleus terutama didalam kromosom,mitokondria, plastida dan sentriol. Pada Paramaecium, Tetrahymena,Amoeba proteus,amphibi,paku-pakuan molekul ADN terdapat didasar sitoplasma.

Banyaknya ADN diukur dengan pikogram ( 1 pg = 10-12 gram) banyaknya ADN konstan dari generasi kegenerasi berikutnya, sebagai contoh pada sel ayam dijumpai ADN seberat 2,5 pg ini sel somatisnya sedang sel kelaminnya setengah dari 2,5 pg atau 1,25pg. Banyaknya jumlah Adn berbanding dengan sifat ploidi dari sel tersebut contoh sel hati bersifat tetraploidi bearti sel hati mengan dung 2 kalilipat ADN dari sel diploidi.

Bentuk ADN pada sel dengan nuklios sejati adalah lurus tak bercabang sedangkan pada sel dengan tanpa inti sejati berbentuk benang bulat.Ukuran panjang ADN mulai 5- 500mikron.

Susunan kimiawi ADN berupa makromolekuler yang komplek, yang terdiri dari 3macam molekul, yaitu :

1.Gula pentosa yang dikenal dengan deoksiribosa.

2.Asam pospat

3.Basa nitrogen, yang dapat dibedakan atas dua tipe yaitu pirimidin (terdiri dari sitosin dan timin) dan purin  (terdiri dari guanin dan adenin)

Chargaff (1948) melakukan penelitian pada sel sapi dan mendapatkan perbandingan jumlah adenin : guanin : sitosin : timin = 28% : 24% :20% :28%

Pada tahun 1950 hukum ekivalen Chergaff mengemukakan bahwa :

  1. jumlah purin adalah sama dengan jumlah pirimidin (A + G  = T + S)
  2. banyaknya adenin sama dengan banyaknya timin ( A = T ) banyaknya guanin sama dengan banyaknya sitosin ( G = S )

Replikasi ADN.

Sebagai pembawa informasi genetika ADN mempunyai 2 fungsi yaitu

1.fungsi heterokatalitik ADN mensintesa molekul kimia lainnya ( ARN,protein )

2.fungsi autokatalitis ADN mensintesis dirinya sendiri.

Berikut ini akan dibahas fungsi autokatalisis

Menurt Waston dan Crick replikasi ADN dimulai dari putusnya ikatan hidrogen yang kemudian diikuti oleh berputarnya dan memisahnya kedua pita polinikleotida jadi tiap pita pada double helix mampu menjadi pencetak  pita yang lain. Berdasar penelitian ada 3 cara replikasi molekul ADN.

a).semikonserfatif dua pita double helix memisahkan diri.tiap pita akan berperan sebagai parental untuk membentuk pasangan pita yang baru.

b).konservatif double helix parental tetap utuh tetapi keseluruhannya mampu membentuk duoble helix yang baru

c).dispersif dua parental pada double helix terputus-putus dan tiap putusan membentuk pasangan pita pasangannya.dan menghasilkan double helix yang baru.

II. ASAM RIBONUKLEAT ( ARN )

Molekul ARN berbentuk pita lebih pendek dari ADN, tunggal atau pita duobel tetapi tidak berpilin seperti halnya pada ADN.pita tunggal pada ARN dapat dijumpai pada virus TMV,Influenza virus,Virus kaki dan mulut,Virus ruos sarkoma, bakteriophag (seperti MS2) sedang ARN doubel tidak berpilin dijumpai pada virus Reovirus.

Susunan kimiawi pada ARN terdiri dari polinukleotida artinya terdiri dari banyak ribonukleotida. Dalam tulang punggung ARN tersusun dari ribo dan pospat.

Sam seperti pada ADN, ARN pun tersusun dari tiga molekul besar yaitu :

1.gula ribosa

2.pospat

3.basa nitrogen yang terdiri dari pirimidin ( tersusun atas sitosin dan urasil ) dan purrin (tersusun atas guanin dan adenin)

Letak RNA tergantung dari jenis ARN itu sendiri, ARNd dijumpai pada nukleus, ARNt dijumpai pada sitoplasma,ARNr dijumpai pada ribosom.

Pada umum nya ARN dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :

  1. ARN genetik, ARN jenis ini hanya di jumpai pada Virus saja mengingat materi genetik dari virus hanya terdiri dari ADN saja atau ARN saja tidak sama halnya pada makluk hidup yang harus memiliki ADN dan Arn sekaligus dalam unsur genetikanya.
  2. ARN N Non-genetik.

berdasar tempat dan fungsinya dapat dibedakan 3 macam ARN yaitu :

    1. ARN duta / messenger RNA. Berbentuk pita tunggal, terdapat didalam nuklius dibuat oleh ADN dalam suatu proses yang disebut transkripsi.

Sebelum ADN membentuk ARNd doubel helix akan membuka dengan bantuan enzim polimerase setelah ARNd selesai dicetak(membawa keterangan genetik ) ARNd akan meninggalkan nuklius dengan cara menembus dinding nuklius untuk menuju ribosom jadi fungsi dari ARNd adalah membawa kode genetik dari ADN.

    1. ARN transper(pemindah) / soluble RNA (larut)

Dibuat didalam nuklius tetapi bertempat pada plasmasel,ARNt bertugas mengikat asam amino-asam amino didalam sitoplasma sebelum dapat diikat oleh ARNt asamamini bereaksi terlebih dahuludengan ATP (adenosin tripospat ) supaya berenergi dan aktipARNt membawa asam amino kedalam ribosom disinilah terjadiperubahan informasi genetik yang dinyatakan oleh urutan basa dari ARNd keurutan asam amino dalam protein yang dibentuk proses demikian disebut translasi.

    1. ARN ribosom / ARNr

Dicetak didalam nuklius tetapi bertempat didalam ribosom.sel dengan inti sejati memiliki 3 macam ARNr yaitu 28s ARNr, 18s ARNr, 5s ARNr. Sedang sel dengan inti sejati memiliki 23s ARNr, 16s ARNr, 5s ARNr. Fungsi dari ARNr belumbanyak diketahui diduga berperan dalam sintesa protein dengan hasil akir berupa polipeptida.

3.       MUTASI

Istilah mutasi pertama kali digunakan oleh Hugo de vries, untuk mengemukakan adanya perubahan fenotipe yang mendadak pada bunga oenothera lamarckiana dan bersifat menurun. Ternyata perubahan tersebut terjadi karena adanya penyimpangan dari kromosomnya.

Penelitian ilmiah tentang mutasi dilakukan pula oleh Morgan ( 1910) dengan menggunakan Drosophila melanogaster (lalat buah). Akhirnya murid Morgan yang bernama Herman Yoseph Muller berhasil dalam percobaannya terhadap lalat buah,yaitu menemukan mutasi buatan dengan menggunakan sinar X.

Peristiwa terjadinya mutasi disebut mutagenesis. Makhluk hidup yang mengalami mutasi disebut- mutan; dan faktor penyebab mutasi disebut mutagen ( mutagenik agent) .
Mutasi jarang terjadi secara alami; dan jika terjadi biasanya merugikan bagi makhluk hidup mutannya. Misalnya mutasi buatan terhadap semangka yang besarnya berlipat, namun gagal membentuk alat generatif.

Mutasi adalah peristiwa perubahan genetik (gen ataukromosom) dari suatu individu yang bersifat menurun.

a. Mutasi Gen

Seperti telah kita pelajari dalam Bab 3 bahwa pasangan basa nitrogen (basa N) pada DNA. Antara timin dan adenine atau antara guanin dan sitosin dihubungkan oleh ikatan hidrogen yang lemah ” Atom-atom hidrogen dapat berpindah dari satu posisi ke posisi lain pada purin atau pirimidin. Perubahan kimia sedemikian disebut perubahan tautomer. Misalnya, secara tidak normal, adenin berpasangan dengan sitosin dan timin dengan guanin. peristiwa perubahan genetic seperti ini disebut mutasi gen karena hanya terjadi di dalam gen. Mutasi gen disebut juga mutasi titik (point mutation). Mutasi gen dapat terjadi karena substitusi basa N.

Macam-macam mutasi gen antaralain:

1. Mutasi tak bermakna (nonsense mutatton); terjadi perubahan kodon (triplet) dari kode basa N asam amino tetapi tidak mengakibatkan kesalahan pembentukan protein. Misalnya, uuu diganti uus yang sama -sama kode fenilalanin.

2. Mutasi ganda tiga (triplet mutations); terjadi karena adanya penambahan atau pengurangan tiga basa secara bersama – sama.

Mutasi bingkai (frarneshift mutattons); terjadi karena adanya penambahan sekaligus pengurangan satu atau beberapa pasangan basa secara bersama – sama.

b. Mutasi Kromosom

Istilah mutasi pada umumnya digunakan untuk perubahan gen, sedangkan perubahan kromosom yang dapat diamati dikenal sebagai variasi kromosom atau aberasi. Kita akan membahas mutasi kromosom atau mutasi besar atau yang pada prinsipnya digolongkan rnenjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Mutasi kromosom tejadi karena peruhahan jumlah kromosom
mutasi kromosom yang terjadi karena perubahan jumlah kromosom (ploid) meiibatkan kehilangan atau penambahan perangkat kromosom (genom) disebut euploid, sedang yang hanva terjadi pada salah satu kromosom dari genorn disebu aneuploid.

a) Euploid
eu = benar; ploid = unit)
Makhluk hidup yang terjadi dari perkembangbiakan secara kawin , pada umumnya bersifat diploid, memiliki 2 perangkat kromosom atau 2 genom pada sel somatisnya (2n kromosom).
Organisme yang kehilangan I set kromosomnya disebut monoploid. Organisme monoploid memiliki satu genom atau satu perangkat kromosom (n kromosom) dalam sel somatisnya.
sel kelamin (gamet), yaitu sel telur (ovum) dan spermatozoon, masing – masing memiliki satu perangkat kromosom. Satu genom (n kromosom) yang disebut haploid. sedang organisme yang memiliki lebih dari dua genom disebut poliploid, misalnya: triploid (3n kromosom): tetraploid (4n kromosom); heksaploid( 6n kromosom). Poliploid yang terjadi pada tumbuhan misalnya pada apel, dan tebu. poliploid pada hewan misalnya pada Daphnia, Rana esculenta, dan Ascaris.
Macam poliploid ada dua, yaitu otopoliploid, terjadi pada krornosom homolog, misalnya semangka tak berbiji; dan alopoIiploid, terjadi pada kromosom non homolog, misalnya Rhaphanobrassica (akar sepertikol, daun mirip lobak).


b) Aneuploid
(an = tidak; eu = benar; Ploid = Unit)
Mutasi kromosom ini tidak melibatkan seluruh genom yang berubah,rnelainkan hanya terjadi pada salah satu kromosom dari genom. Disebut juga dengan istilah aneusomik.

Macam-macam aneusomik antara lain sebagai berikut:

1.      Monosomik (2n-1); yaitu mutasi karena kekurangan satu kromosom

2.      Nullisomik (2n-2); yaitu mutasi karena kekurangan dua kromosom

3.      Trisomik (2n + 1); yaitu mutasi karena kelebihan satu kromosom

4.      Tetrasomik (2n * 2); yaitu mutasi karena kelebihan dua kromosom.

2. Mutasi kromosom yang terjadi karena perubahan struktur kromosom

Mutasi karena perubahan struktur kromosom atau kerusakan bentuk kromosom disebut juga dengan istilah aberasi.
Macam-macam aberasi dapat dijelaskan sebagai berikut:

a) Delesi atau defisiensi adalah mutasi karena kekurangan segmen kromosom

b) Duplikasi adalah mutasi karena kelebihan segmen kromosom.

Contoh skematis:

Macam-macam delesi antara lain:
1) Delesi terminal; ialah delesi yang kehilangan ujung segmen kromosom.
2) Delesi intertitial; ialah delesi yang kehilangan bagian tengah kromosom
3) Delesi cincin; ialah delesi yang kehilangan segmen kromosom sehingga berbentuk lingkaran seperti cincin.
4) Delesi loop; ialah delesi cincin yang membentuk lengkungan pada kromosom lainnya. Hal ini terjadi pada waktu meiosis, sehingga memungkinkan adanya kromosom lain (homolognya) yang tetap normal.

 

c. Translokasi.
Translokasi ialah mutasi yang mengalami pertukaran segmen kromosom ke kromosom non homolog.
Macam-macam translokasi antara lain:
l. Translokasi homozigot (resiprok)
Translokasi homo zigot ialah translokasi yang mengalami pertukaran segmen kedua kromosom homolog dengan segmen kedua kromosom non homolog.
2. Translokasi heterozigot (non resiprok)
Translokasi heterozigot ialah translokasi yang hanya mengalami pertukaran satu segmen kromosom ke satu segmen kromosom nonhomolog.
3. Translokasi Robertson
Translokasi Robertson ialah translokasi yang terjadi karena penggabungan dua kromosom akrosentrik menjadi satu kromosom metasentrik, maka disebut juga fusion (penggabungan)

d. Inversi
Inversi ialah mutasi yang mengalami perubahan letak gen-gen, karena selama meiosis kromosom terpilin dan terjadi kiasma.
lihat gambar berikut!
Macam-macam inversi antara lain:
1 . Inversi parasentrik; teriadi pada kromosom yang tidak bersentromer.
2. lnversi perisentrik; terjadi pada kromosom yang bersentromer.

e. Isokromosom
lsokromosom ialah mutasi kromosom yang terjadi pada waktu menduplikasikan diri, pembelahan sentromernya mengalami perubahan arah pembelahan sehingga terbentuklah dua kromosom yang masing – masing berlengan identik (sama).
Dilihat dari pembelahan sentromer maka isokromosom disebut juga fision, jadi peristiwanya berlawanan dengan translokasi Robertson (fusion) yang mengalami penggabungan.

f. Katenasi
Katenasi ialah mutasi kromosom yang terjadi pada dua kromosom non homolog yang pada waktu membelah menjadi empat kromosom, salinq bertemu ujung-ujungnya sehingga membentuk lingkaran

 

3. Mutasi Dapat Terjadi Secara Alami dan Buatan

a. Menurut tipe sel atau macam sel yang mengalami mutasi
1. Mutasi somat[s yaitu mutasi yang terjadi pada sel-sel tubuh atau sel soma. Mutasi somatis kurang mempunyai arti genetis.
2. Mutasl germina yaitu mutasi yang terjadi pada sel kelamin (gamet), sehingga dapat diturunkan.

b. Menurut sifat genetiknya
1. Mutasi dominan, terlihat pengaruhnya dalam keadaan heterozigot
2. Mutasi resesif, pada orqanisme diploid tidak akan diketahui selama dalam keadaan heterozigot, kecuali resesif pautan seks. Namun pada organism haploid (monoploid) seperti virus dan bakteri, pengaruh mutasi dominan dan juga resesif dapat dilihat pada fenotipe virus dan bakteri tersebut.

c. Menurut arah mutasinya
1. Mutasi maju atau forward mutations, yaitu mutasi dari fenotipe normal meniadi abnormal.
2. Mutasi balik atau back mutations, yaitu peristiwa mutasi yang dapat mengembalikan dari fenotipe tidak normal menjadi fenotipe normal.

Menurut kejadiannya

1.      Mutasi alam atau mutasi spontan, yaitu mutasi yang penyebabnya tidak diketahui. Mutasi ini terjadi di alam secara spontan (alami), secara kebetulan dan jarang terjadi. Contoh mutagen alam adalah sinar kosmis, radio aktif alam, dan sinar ultraviolet.

2.      Mutasi buatan, yaitu mutasi yang terjadi dengan adanya campur tangan manusia. Proses perubahan gen atau kromosom secara sengaja diusahakan oleh manusia dengan zat kimia, sinar x, radiasi, dan sebagainya; maka sering disebut juga mutasi induksi.

Mutasi buatan dengan sinar x dipelopori oleh Herman Yoseph Muller (murid Morgan) yang berkebangsaan Amerika Serikat ( 1890-1945). Muller berpendapat bahwa mutasi Pada sel soma tidak membawa perubahan, sedangkan mutasi pada sel-sel generative atau gamet kebanyakan letal dan membawa kematian sebelum atau segera sesudah lahir. Selanjutnya pada tahun 1927 dapat diketahui bahwa sinar x dapat menyebabkan gen mengalami ionisasi sehingga sifatnya menjadi labil. Dan akhirnya mutasi buatan dilaksanakan pula dengan pemotongan daun/ penyisipan DNA pada organism – organism yang kita inginkan. Mutan – mutan buatan yang telah kita peroleh antara lain: anggur tanpa biji, tomat tanpa biji, hewan atau tumbuhan poliploidi (misal: kol poliploidi), Pamato raphanobrassica (akar seperti kol, daun seperti lobak).

4. Mutagen Zat Kimia atau Faktor Fisik

Secara garis besar, macam-macam rnlltagen dapat dibagi tiga, sebagai berikut :
a.Radiasi
Radiasi (penyinaran dengan sinar radio aktif); misalnya: sinar alfa, beta, gamma, ultraviolet, dan sinar x. Radiasi ultra ungu merupakan mutagen Penting untuk organisme uniseluler. Radiasi alarniah berasal dari sinar kosmis dari anqkasa, benda-benda radioaktif dari kerak bumi, dan lain-lain. gen-gen yang terkena radiasi, ikatannya putus dan susunan kimianya berubah dan teriadilah mutasi.

b. Mutasi Kimia

Mutagen kimia Yang Pertama kali ditemukan ialah gas mustard (belerang mustard) oleh C. Averbach dan kawan – kawan. Beberapa mutagen kimia penting lainnya ialah: gas metan, asam nitrat, kolkisin, digitonin, hidroksil amin, akridin, etilmetan sulfat (EMS),etiletan sulfonat (EES), 5-brorno urasil, 2-aminopurin dan lain-lain.Zat-zat kimia tersebut dapat menyebabkan replikasi yang dilakukan oleh kromosom yang mengalami kesalahan sehingga mengakibatkan susunan kimianya perubahan pula.

c.Temperatur
Kecepatan mutasi akan bertambah karena adanya kenaikan suhu. Setiap kenaikan temperatur sebesar 100C, kecepatan mutasi bertambah 2-3 kali lipat. Tetapi apakah temperatur merupakan mutagen, hal ini masih merupakan penelitian para ahli.

d.Mutagen
Salah satu mutagen yang banyak dimanfaatkan manusia dalam berbagai keperluan adalah radiasi. Perbuatan manusia yang menimbulkan radiasi dapat menyebabkan terjadinya mutasi misalnya:

 

1.       Penggunaan zat-zat kimia yang radioaktif atau radio isotop

2.      penggunaan bahan kimia dalam minuman dan makanan

3.      penggunaan sinar x dalam penelitian dan pengobatan

4.       kebocoran radiasi dari pembuangan sampah-sampah industri, reaktor atom, roket, dan lain sebagainya

5.      penggunaan bom radioaktif (ingat peledakan bom di Hirosima dan Nagasaki yang menyebabkan terbentuknya kelapa poliploid).

Meski sifat mutasi adalah merugikan namun dalam beberapa hal berguna pula bagi manusia dalam kehidupannya, misalnya:

1.      Meningkatkan hasil panen produksi pangan, seperti gandum, tomat, kacang tanah, kelapa      poliploidi, kol poliploidi, dengan mutasi induk.

2.      meningkatkan hasil antibiotika, seperti mutan Penicillium

3.      untuk pemeriksaan proses biologi melalui mutasi, misalnya transpor electron pada fotosintesis, fiksasi nitrogen pada bakteri

4.      Sebagai proses penting untuk evolusi dan variasi genetik.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim 2009. http;//www.scribd.com_Mutasi ( 6 oktober 2009 )

Goodenough, Ursula .1988, Genetika. Edisi ketiga, jilid 1. Erlangga; Jakarta

Suryo, H. 1995, Sitogenetika.Gadjah Mada University Press ; Yogyakarta

 

 

 

ATTENTION:

Tulisan diatas hanya meng-copy-paste dari laporan seseorang, jadi kalau banyak kesalahan penulisan mohon diralat sendiri.

Cari sumber buku atau sumber lain yang lebih valid